Pertanyaan soal radiasi ponsel muncul berulang kali di ruang publik, biasanya bercampur dengan informasi yang tidak berdasar. Indonesia sebenarnya sudah mengatur batasnya secara teknis, dan aturannya baru saja diperbarui.

Apa itu SAR?

SAR adalah singkatan dari Specific Absorption Rate, satuan untuk mengukur jumlah energi elektromagnetik yang diserap tubuh manusia ketika sebuah perangkat telekomunikasi digunakan. Semakin dekat perangkat dengan tubuh dan semakin besar daya pancarnya, semakin besar energi yang terserap.

Pengujian SAR karenanya menjadi bagian dari penilaian keselamatan perangkat, bukan sekadar formalitas administratif.

Apa yang diatur KM 197 Tahun 2026?

Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 197 Tahun 2026 mengatur batas aman paparan gelombang radio pada perangkat telekomunikasi. Aturan ini menyempurnakan ketentuan sebelumnya, yaitu Keputusan Menteri Nomor 177 Tahun 2024.

Perangkat yang dicakup adalah telepon seluler dan komputer tablet. Sosialisasi aturan ini dilaksanakan pada 6 Mei 2026 oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

Bagian tubuh mana yang diukur?

Pengujian SAR memeriksa paparan berdasarkan area tubuh yang umumnya berdekatan dengan perangkat saat dipakai, yaitu:

  • Kepala atau head, untuk posisi menelepon.
  • Batang tubuh atau torso, untuk perangkat yang dibawa di saku atau dipegang di depan badan.
  • Anggota tubuh atau limb.

Pembagian ini penting karena satu perangkat dapat memiliki nilai SAR berbeda untuk tiap posisi. Perangkat seperti tablet yang tidak ditempelkan ke telinga memerlukan pertimbangan pengujian yang berbeda dari ponsel.

Siapa yang terdampak aturan ini?

  • Pemilik merek dan importir ponsel serta tablet. Pengujian SAR menjadi bagian dari rangkaian pengujian sebelum sertifikat diterbitkan.
  • Laboratorium uji, yang perlu menyesuaikan parameter pengujiannya dengan ketentuan terbaru.
  • Pemohon dengan laporan uji lama, yang perlu memeriksa apakah acuannya masih sesuai.

Bagi konsumen, aturan ini bekerja di belakang layar. Perangkat yang beredar secara resmi sudah melewati penilaian ini, sehingga cara paling sederhana memastikan keamanannya adalah membeli produk bersertifikat, seperti dijelaskan di artikel cara cek sertifikat Postel.

Hubungannya dengan pengujian lain

SAR bukan satu-satunya pengujian. Perangkat seluler juga tunduk pada standar teknis LTE dan 5G, yang diperbarui lewat KM 569 Tahun 2025 dan dibahas di artikel Band 41 dan n41. Untuk produk HKT, ada pula kewajiban TKDN yang menjadi syarat memperoleh sertifikat, dibahas di artikel Postel, SNI, dan TKDN.

Artinya satu ponsel harus melewati beberapa lapis penilaian yang berbeda sebelum sah beredar. Merencanakan pengujiannya sekaligus jauh lebih efisien daripada satu per satu.

Nilai ambang batas SAR beserta rincian pengecualiannya tercantum dalam dokumen resmi keputusan tersebut. Ambil angkanya dari sana, karena ringkasan yang beredar di internet tidak selalu konsisten.

Mengurus sertifikasi ponsel atau tablet?

Kategori HKT adalah yang paling banyak lapisan kewajibannya, mulai dari standar teknis seluler, SAR, sampai TKDN. Salah urutan berarti pengujian diulang, dan biaya pengujian ponsel tidak kecil.

Kirimkan kepada kami spesifikasi perangkat dan status pengujian yang sudah Anda miliki. Kami bantu petakan pengujian apa saja yang diperlukan dan urutan yang paling hemat waktu.

Konsultasi lewat WhatsApp, atau pelajari dulu syarat dan proses sertifikasi.

Sumber