Di situs e-Sertifikasi DJID ada dua daftar publik, bukan satu. Yang pertama daftar Sertifikat Terbit, yang ramai dipakai orang untuk mengecek produk. Yang kedua daftar Sertifikat Dicabut, yang nyaris tidak pernah dibahas siapa pun. Kami menyalin keduanya pada 1 Agustus 2026, dan tulisan ini membahas yang kedua.

Seberapa sering sertifikat dicabut?

Sangat jarang. Daftar pencabutan memuat 218 sertifikat. Dibandingkan 115.687 sertifikat pada daftar terbit, itu sekitar 0,19 persen, atau kira-kira dua dari seribu.

Angka ini penting sebagai penyeimbang. Kekhawatiran bahwa sertifikat gampang dicabut tidak didukung data. Sebaliknya, kelangkaan itu juga berarti masuk ke daftar ini bukan peristiwa administratif biasa.

Sertifikat tahun berapa yang dicabut?

Di sinilah polanya mengejutkan. Pencabutan terkonsentrasi pada sertifikat yang terbit di dua tahun saja.

Tahun terbit sertifikatJumlah dicabut
2014 sampai 20163
201777
201883
201933
20202
20213
20229
20232
20244
20252

Sertifikat terbitan 2017 dan 2018 menyumbang 160 dari 218, atau sekitar 73 persen. Sementara sertifikat terbitan lima tahun terakhir hanya menyumbang belasan.

Perlu kejujuran di sini: kolom yang tersedia untuk kami adalah tanggal terbit, bukan tanggal pencabutan. Jadi tabel di atas menjawab pertanyaan sertifikat tahun berapa yang dicabut, bukan pencabutan itu terjadi tahun berapa. Kami juga tidak menemukan kolom alasan pencabutan pada daftar publiknya, sehingga sebab tiap kasus tidak bisa kami simpulkan.

Dari negara mana?

Negara pabrikanJumlahPorsi
Tiongkok12758,3%
Indonesia5324,3%
Korea Selatan115,0%
Meksiko62,8%
Taiwan52,3%

Porsi Tiongkok pada daftar pencabutan, 58,3 persen, praktis sama dengan porsinya pada daftar sertifikat terbit, 58,45 persen. Artinya perangkat asal Tiongkok tidak lebih sering dicabut dibanding porsinya di pasar.

Yang justru menonjol adalah Indonesia. Porsinya di daftar pencabutan 24,3 persen, sementara di daftar terbit hanya 7,59 persen. Kami tidak tahu sebabnya dan tidak akan menebak, tetapi selisihnya cukup besar untuk dicatat.

Perangkat jenis apa saja?

Daftar pencabutan memuat perangkat yang sangat lazim, bukan barang eksotis. Dari nama perangkat yang tercatat, terlihat antara lain router nirkabel dua pita, access point, adaptor USB nirkabel, earbud Bluetooth, televisi, drone, dan handy talky.

Kesimpulan praktisnya: yang menempatkan sebuah produk di daftar ini bukan jenis barangnya, melainkan hal lain yang tidak terbaca dari data publik.

Kenapa daftar ini perlu Anda cek

Karena sebuah nomor sertifikat bisa saja tidak muncul di daftar terbit justru karena berada di daftar yang satunya. Kalau Anda hanya mengecek satu daftar lalu tidak menemukan apa-apa, kesimpulan Anda bisa keliru.

Bagi pembeli dan marketplace, memeriksa keduanya adalah cara paling murah memastikan sebuah nomor benar-benar aktif. Cara pengecekannya kami bahas di panduan cek sertifikat Postel, dan sebab-sebab pencarian gagal ada di kenapa sertifikat tidak ketemu.

Metodologi

Dihitung tim Izin Postel dari salinan daftar Sertifikat Dicabut DJID yang diambil 1 Agustus 2026 dari sertifikasi.postel.go.id, berisi 218 baris, dibandingkan dengan daftar Sertifikat Terbit yang menurut penghitung resmi berisi 115.687 baris pada waktu yang sama.

Kami sengaja tidak menyebut nama perusahaan mana pun. Tujuan tulisan ini memetakan pola, bukan menyoroti pihak tertentu, dan data publik tidak memuat alasan pencabutan sehingga penyebutan nama tidak akan disertai konteks yang adil. Angka tahun pada tabel adalah tahun terbit sertifikat, bukan tahun pencabutan. Izinpostel.com bukan situs resmi pemerintah; untuk keperluan resmi, periksa langsung di sertifikasi.postel.go.id.

Menemukan nomor sertifikat produk Anda ada di daftar pencabutan? Hubungi kami lewat WhatsApp untuk menelusuri langkah berikutnya.