Setiap kali ada berita soal rencana pemblokiran IMEI ponsel curian, pencarian melonjak dan muncul banyak panduan yang menjanjikan cara memblokir IMEI HP hilang. Sebagian besar panduan itu menyesatkan. Berikut status sebenarnya, beserta hal yang memang bisa Anda lakukan hari ini.
Apakah IMEI ponsel hilang sudah bisa diblokir sekarang?
Belum. Sampai Juli 2026 belum ada aturan resmi yang memungkinkan pemilik melaporkan kehilangan lalu meminta IMEI perangkatnya diblokir. Rencana itu ada, tetapi statusnya masih pengkajian. Pernyataan resmi terakhir disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni, pada 4 Oktober 2025, yang menyebut wacana ini masih dalam tahap menerima masukan dari masyarakat dan belum dibahas di level pimpinan.
Jika Anda menemukan artikel atau jasa yang mengklaim layanan ini sudah berjalan, periksa sumbernya. Klaim semacam itu umumnya tertukar dengan sistem pemblokiran IMEI ilegal yang memang sudah lama beroperasi, dan itu hal yang berbeda.
Apa bedanya blokir IMEI ilegal dan blokir IMEI karena hilang?
| Aspek | Blokir IMEI ilegal | Blokir IMEI karena hilang |
|---|---|---|
| Status | Sudah berjalan | Masih wacana per Juli 2026 |
| Pemicu | IMEI tidak terdaftar di basis data nasional | Laporan kehilangan dari pemilik |
| Tujuan | Menekan peredaran ponsel black market | Melindungi korban pencurian |
| Siapa yang mengajukan | Sistem, otomatis | Pemilik perangkat, sukarela |
Seperti apa rancangan layanan yang sedang disiapkan?
Berdasarkan penjelasan Kemkomdigi, rancangannya bersifat sukarela dan tidak mewajibkan setiap ponsel memiliki tanda kepemilikan. Alurnya kira-kira begini: pemilik yang kehilangan perangkat mendaftarkan permintaan pemblokiran lewat platform resmi yang akan ditunjuk, dokumen diverifikasi, lalu operator seluler memblokir akses jaringan perangkat tersebut. Bila perangkat kemudian ditemukan, pemilik dapat mengajukan pembukaan blokir lewat sistem yang sama.
Kemkomdigi juga menegaskan bahwa ini bukan aturan balik nama ponsel seperti pada kendaraan bermotor. Tujuannya menurunkan nilai jual ponsel curian sehingga insentif pencurian berkurang, sekaligus menekan kekerasan saat perampasan ponsel.
Kalau begitu, apa yang harus dilakukan saat HP hilang sekarang?
Urutan ini disusun berdasarkan mana yang paling mendesak, karena kerugian terbesar dari kehilangan ponsel biasanya bukan pada perangkatnya, melainkan pada akun dan uang di dalamnya.
- Blokir kartu SIM ke operator. Ini yang paling mendesak, karena nomor Anda adalah kunci pemulihan hampir semua akun dan penerima kode OTP.
- Kunci atau hapus perangkat dari jarak jauh. Pengguna Android lewat Find My Device, pengguna iPhone lewat Find My. Aktifkan mode hilang agar perangkat terkunci dan menampilkan pesan.
- Amankan akun utama. Ganti kata sandi email, lalu keluarkan sesi login dari perangkat yang hilang. Email adalah pintu masuk ke akun lainnya.
- Hubungi bank dan penyedia dompet digital. Minta pemblokiran akses mobile banking dan pendaftaran ulang perangkat.
- Buat laporan kepolisian. Simpan surat laporannya. Dokumen ini kemungkinan besar akan menjadi syarat jika layanan blokir IMEI resmi nanti benar-benar dibuka.
- Catat nomor IMEI Anda. Cari di kotak kemasan, struk pembelian, atau riwayat perangkat di akun Google maupun Apple ID Anda.
Bagaimana cara mengetahui IMEI sebelum kehilangan terjadi?
Tekan *#06# di aplikasi telepon dan nomor IMEI akan muncul. Nomor yang sama tercetak di kotak kemasan dan tercatat di halaman informasi perangkat pada pengaturan. Simpan catatannya di tempat yang tidak ikut hilang bersama ponsel, misalnya di catatan berbasis awan atau dikirim ke email sendiri.
Waspadai jasa buka blokir IMEI
Karena layanan resmi belum ada, ruang ini banyak diisi penawaran tidak resmi. Jasa yang menjanjikan pembukaan blokir IMEI dengan cepat umumnya memanfaatkan celah sementara, dan perangkat kembali terblokir setelah celah itu ditutup. Pembayaran yang sudah masuk hampir tidak pernah kembali. Perangkat dengan IMEI yang tidak terdaftar secara sah tetap berisiko diblokir kapan saja.
Pencegahan terbaik ada di titik pembelian
Perangkat yang dibeli dari jalur resmi sudah terdaftar IMEI-nya dan sudah memenuhi sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi. Sebelum membayar, periksa nomor IMEI-nya lewat layanan cek resmi dan pastikan produk yang Anda beli termasuk yang telah bersertifikat. Daftar perangkat yang wajib bersertifikat bisa dilihat di halaman perangkat wajib sertifikasi, dan kaitan antara sertifikat SDPPI, TKDN, serta IMEI dibahas di artikel SDPPI, TKDN, dan IMEI.