Belum ada pihak yang menerbitkan statistik sertifikasi perangkat telekomunikasi Indonesia secara terbuka. Datanya sebenarnya ada, publik, dan bisa dihitung siapa saja: daftar Sertifikat Terbit di e-Sertifikasi NextGen milik Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Kami menyalinnya pada 1 Agustus 2026, lalu menghitungnya baris demi baris. Berikut hasilnya.
Berapa banyak sertifikat Postel yang sudah pernah terbit?
Penghitung resmi di situs DJID menunjukkan 115.687 sertifikat pada daftar Sertifikat Terbit. Catatan tertua bertanggal 12 Januari 2006, yang terbaru 1 Agustus 2026. Jumlah penerbitan per tahun naik cukup konsisten sejak 2019.
| Tahun terbit | Jumlah sertifikat |
|---|---|
| 2019 | 5.454 |
| 2020 | 6.396 |
| 2021 | 6.986 |
| 2022 | 7.524 |
| 2023 | 9.037 |
| 2024 | 10.565 |
| 2025 | 10.944 |
| 2026 (sampai 1 Agustus) | 7.865 |
Angka 2026 baru mencakup tujuh bulan. Kalau dirata-ratakan per hari kalender, 2026 berjalan di 36,9 sertifikat per hari, sementara sepanjang 2025 rata-ratanya 30,0 per hari. Dengan kata lain, laju penerbitan tahun ini sekitar 23 persen lebih tinggi daripada tahun lalu.
Negara mana yang paling banyak memasok perangkat bersertifikat?
Kolom yang kami hitung adalah negara pabrikan yang tercatat di sertifikat, bukan negara pengapalan dan bukan negara asal merek. Sebuah merek Amerika yang pabriknya di Tiongkok tercatat sebagai Tiongkok.
| Negara pabrikan | Jumlah | Porsi |
|---|---|---|
| Tiongkok | 67.602 | 58,45% |
| Indonesia | 8.774 | 7,59% |
| Vietnam | 5.344 | 4,62% |
| Taiwan | 4.434 | 3,83% |
| Jepang | 4.063 | 3,51% |
| Amerika Serikat | 3.967 | 3,43% |
| Malaysia | 2.794 | 2,42% |
| Meksiko | 2.687 | 2,32% |
| Thailand | 2.330 | 2,01% |
| Korea Selatan | 2.269 | 1,96% |
| Jerman | 1.488 | 1,29% |
| Latvia | 868 | 0,75% |
Totalnya 74 negara. Kehadiran Latvia di urutan dua belas mungkin mengagetkan, tetapi itu efek satu produsen perangkat jaringan yang produknya sangat banyak dipakai di Indonesia.
Apakah dominasi Tiongkok berkurang?
Ya, tetapi pelan dan tidak lurus. Porsi Tiongkok pernah mencapai hampir 69 persen pada 2013, lalu turun ke kisaran 54 persen dalam dua tahun terakhir.
| Tahun | Tiongkok | Vietnam | Indonesia |
|---|---|---|---|
| 2013 | 68,93% | di bawah 2% | di bawah 2% |
| 2015 | 62,49% | 2,40% | 6,63% |
| 2019 | 57,85% | 2,92% | 11,09% |
| 2022 | 58,73% | 4,68% | 10,86% |
| 2024 | 59,31% | 8,63% | 7,99% |
| 2025 | 53,68% | 8,78% | 11,56% |
| 2026 (sampai 1 Agustus) | 53,87% | 10,35% | 8,32% |
Yang bergerak paling tajam adalah Vietnam: dari 2,40 persen pada 2015 menjadi 10,35 persen pada 2026, naik lebih dari empat kali lipat. Vietnam sudah melewati Indonesia pada 2024, tertinggal lagi pada 2025, lalu kembali di atasnya pada 2026 dan kini menempati posisi kedua. Thailand juga merangkak naik ke 3,62 persen tahun ini.
Kami berhenti di angka dan tidak menyimpulkan sebabnya. Perpindahan lini produksi keluar dari Tiongkok adalah penjelasan yang paling sering disebut, tetapi data sertifikasi saja tidak cukup untuk membuktikannya. Yang bisa dikatakan dengan aman: komposisi negara pabrikan pada perangkat yang masuk Indonesia memang berubah, dan berubahnya konsisten selama beberapa tahun berturut-turut.
Porsi Indonesia naik atau turun?
Naik turun. Indonesia sempat menyentuh 11,56 persen pada 2025 lalu turun ke 8,32 persen pada tujuh bulan pertama 2026. Karena tahun 2026 belum selesai, angka ini belum bisa dibaca sebagai penurunan tahunan. Yang lebih tepat dilihat setahun penuh nanti.
Apa arti angka ini bagi importir dan pemilik merek?
Tiga hal praktis.
- Negara pabrikan bukan kolom formalitas. Kolom ini tercatat permanen di sertifikat dan bisa dilihat publik. Kalau yang Anda tulis di permohonan berbeda dengan yang sebenarnya tertera di dokumen pabrik, selisih itu akan terlihat.
- Pindah pabrik bukan urusan administratif kecil. Karena negara dan nama pabrikan melekat pada sertifikat, memindahkan produksi ke negara lain berarti data pada sertifikat Anda tidak lagi menggambarkan produk yang Anda impor.
- Laju penerbitan sedang naik. Dengan 37 sertifikat terbit per hari pada 2026, antrean layanan tidak sedang longgar. Kalau Anda punya rencana peluncuran, hitung mundurnya dari sekarang, bukan dari tanggal peluncuran.
Metodologi
Seluruh angka dihitung sendiri oleh tim Izin Postel dari salinan daftar Sertifikat Terbit DJID yang diambil pada 1 Agustus 2026 dari sertifikasi.postel.go.id. Salinan kami berisi 115.659 baris, sementara penghitung resmi di situs DJID pada saat yang sama menunjukkan 115.687 baris. Selisih 28 baris atau 0,02 persen kemungkinan berasal dari data yang bergerak selama proses penyalinan berlangsung, dan tidak mengubah kesimpulan mana pun di atas.
Catatan keterbatasan yang perlu Anda tahu: sekitar 1.000 nomor sertifikat muncul lebih dari satu kali dalam salinan kami, sehingga jumlah baris tidak sama persis dengan jumlah nomor sertifikat unik, yaitu 114.632. Kami menghitung per baris. Kami juga tidak mengubah, menormalkan, atau menebak isi kolom mana pun. Data diambil dengan jeda antar-permintaan agar tidak membebani layanan DJID. Izinpostel.com bukan situs resmi pemerintah; untuk keperluan resmi, verifikasi selalu ke sertifikasi.postel.go.id.
Bacaan lanjutan
- Cara cek sertifikat Postel sebuah produk, lengkap dengan ciri nomor palsu
- Apakah sertifikat SDPPI berlaku 3 tahun? Ini yang sebenarnya diatur
- Sertifikasi Postel: panduan lengkap 2026 untuk importir dan pemilik merek
Punya rencana impor dan ingin tahu jalur sertifikasi yang tepat untuk produk Anda? Konsultasikan lewat WhatsApp.