Tidak semua permohonan sertifikasi menempuh rute yang sama. Ada dua jalur utama, dan memilih yang tepat sejak awal bisa menghemat jutaan rupiah dan berminggu-minggu waktu.
Jalur uji sampel
Pada jalur ini, unit sampel perangkat dikirim ke balai uji dalam negeri untuk diuji langsung: RF, EMC, dan safety sesuai kebutuhan. Biaya PNBP penerbitan sertifikatnya lebih rendah — kisaran hingga sekitar Rp 12 juta — namun ada tambahan biaya pengujian dan waktu bergantung antrean lab.
Jalur ini dipilih ketika belum ada test report yang diakui, atau ketika mengirim sampel lebih praktis daripada mengurus dokumen lab luar.
Jalur evaluasi dokumen
Bila perangkat sudah punya test report RF, EMC, dan safety dari laboratorium yang diakui SDPPI atau ber-MRA, dimungkinkan jalur evaluasi dokumen tanpa mengirim unit sampel. Prosesnya jauh lebih cepat.
Sebagai gantinya, PNBP penerbitan di jalur ini lebih tinggi — Rp 30 juta sampai Rp 80 juta tergantung jenis perangkat dan status MRA laboratorium pengujinya — tetapi tanpa biaya pengujian balai uji dan tanpa menunggu antrean lab.
Mana yang lebih murah?
Tergantung. Untuk satu perangkat sederhana tanpa test report, jalur uji sampel biasanya lebih ekonomis. Untuk produk yang sudah tersertifikasi di negara lain dengan test report ber-MRA, jalur evaluasi dokumen sering lebih hemat waktu meski PNBP-nya lebih tinggi. Klasifikasi di awal menentukan hitungan ini.