Kabel laut Palapa Ring Tengah mengalami kerusakan di segmen Melonguane-Morotai sejak akhir Mei 2026. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di bawah Komdigi masih bekerja memperbaikinya, dengan target pemulihan penuh pada 11 Agustus 2026.
Apa penyebab kabel laut ini putus?
Anomali pada jaringan terdeteksi menyusul gempa bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026, disusul beberapa gempa kuat lain di sekitar segmen Melonguane-Morotai. Titik kerusakan berada di kedalaman sekitar 3.400 meter, kurang lebih 95 km dari Terminal Station Morotai.
Wilayah mana yang terdampak?
- Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna)
- Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane)
- Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro / Sitaro (Ondong Siau)
Ketiga wilayah ini bergantung pada segmen Palapa Ring Tengah sebagai jalur utama, sehingga gangguannya terasa langsung pada kecepatan dan stabilitas internet warga maupun instansi pemerintah setempat.
Berapa lama gangguan ini berlangsung?
BAKTI memperkirakan periode kritis pemutusan layanan berlangsung sekitar 12 hari, dengan target layanan pulih penuh pada 11 Agustus 2026. Perbaikan kabel laut di kedalaman ribuan meter memang memakan waktu karena memerlukan kapal khusus untuk mengangkat dan menyambung kembali kabel.
Bagaimana peran SATRIA-1 selama perbaikan?
Sebagai mitigasi, BAKTI mengoptimalkan akses internet satelit SATRIA-1 untuk sekitar 286 titik layanan di wilayah terdampak selama masa perbaikan. Ini bukan pengganti permanen; kapasitas satelit tetap lebih terbatas dibanding kabel serat optik, tapi cukup menjaga konektivitas dasar tetap berjalan.
Secara nasional, per 5 Juni 2026 SATRIA-1 sudah melayani 31.803 titik layanan publik di seluruh Indonesia, dengan 68,16 persen di antaranya adalah sektor pendidikan. Satelit ini berkapasitas 150 Gbps, salah satu yang terbesar di Asia saat pertama beroperasi, mengorbit di 146 derajat Bujur Timur tepat di atas Papua.
Apa artinya untuk pelaku usaha telekomunikasi?
Insiden ini menunjukkan bahwa infrastruktur satelit bukan sekadar cadangan simbolis, melainkan benar-benar diaktifkan saat kabel utama bermasalah. Perangkat terminal satelit yang dipakai penyedia layanan untuk skenario semacam ini, termasuk milik penyelenggara swasta, tetap tunduk pada kewajiban sertifikasi Postel yang terpisah dari infrastruktur induknya, sama seperti perangkat telekomunikasi lain yang memancarkan gelombang radio di wilayah Indonesia.