Indonesia Digital Test House (IDTH) di Kementerian Komunikasi dan Digital disebut sebagai fasilitas pengujian perangkat telekomunikasi terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Fasilitas ini jadi bagian dari target pemerintah agar hampir seluruh pengujian perangkat telekomunikasi dilakukan di dalam negeri paling lambat akhir 2026.

Kenapa fasilitas ini penting?

Sebelum ada IDTH, banyak perangkat harus diuji di luar negeri karena keterbatasan fasilitas dalam negeri, yang berarti waktu tunggu lebih lama dan biaya lebih tinggi bagi pemohon sertifikat. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa dengan IDTH, Indonesia sekarang punya kapasitas menguji secara ilmiah, transparan, dan akuntabel sesuai standar internasional, dengan hasil uji yang harus bisa diuji ulang, dapat dipercaya, dan diakui lintas negara.

Bagaimana capaiannya sejauh ini?

Dalam tiga tahun terakhir, IDTH mencatatkan pendapatan pengujian lebih dari Rp32 miliar. Ini capaian yang nyata, tapi masih jauh dibanding negara lain: Jerman mencatat pendapatan pengujian tahunan lebih dari Rp59 triliun, dan Korea Selatan menargetkan lebih dari Rp11 triliun per tahun.

Apa artinya bagi pemohon sertifikat Postel?

Semakin banyak pengujian yang bisa dilakukan di dalam negeri, semakin pendek jalur yang perlu ditempuh pemohon, karena tidak semua perangkat harus dikirim ke laboratorium luar negeri untuk mendapat laporan hasil uji. Tapi berdasarkan angka pendapatan di atas, kapasitas dan pemanfaatannya jelas masih dalam tahap membangun, bukan hal yang sudah selesai.