GPS tracker banyak dipakai perusahaan logistik dan pengelola armada untuk memantau posisi kendaraan secara real time. Karena mengirim data lokasi lewat jaringan seluler atau nirkabel lain, perangkat ini masuk kategori perangkat telekomunikasi.
Kenapa GPS tracker perlu sertifikat Postel?
GPS sendiri sebenarnya cuma penerima sinyal satelit navigasi, yang tidak memancarkan gelombang radio. Tapi hampir semua GPS tracker komersial juga punya modul pengirim data, biasanya GSM/4G, kadang ditambah Bluetooth untuk konfigurasi. Modul pengirim inilah yang membuat perangkatnya wajib sertifikat Postel, bukan fungsi GPS-nya.
Bagaimana proses sertifikasinya?
Sama seperti perangkat telekomunikasi lain: pengujian teknis di laboratorium terakreditasi atau dalam negeri, dokumen spesifikasi teknis dan deklarasi kesesuaian, lalu permohonan diajukan lewat e-Sertifikasi. Sertifikat berlaku per model/tipe, bukan per merek, dan tidak dibatasi waktu meski jendela pembuatan/perakitan/pemasukan perangkatnya dibatasi 3 tahun sejak sertifikat terbit.
Apa risikonya kalau memakai GPS tracker tanpa sertifikat?
Sama seperti perangkat telekomunikasi lain yang belum bersertifikat, risikonya mulai dari barang tertahan di bea cukai, sanksi administratif, sampai ancaman pidana menurut UU 36/1999 kalau perangkat itu diperdagangkan atau dipakai secara komersial dalam skala besar.